"Seberapa banyak alkohol yang Anda minum memang penting, namun Anda harus segera berhenti jika Anda mengalami masalah apapun ketika mabuk. Tidak ada salahnya juga mendengarkan perkataan orang lain tentang kebiasaan minum-minum Anda," tutur ketua tim peneliti dr Iain Lang dari University of Exeter Medical School.
Penelitian dilakukan kepada 6.500 partisipan paruh baya. Mereka ditanyai soal kebiasaan minum alkohol yang dilakukan ketika muda. Pertanyaannya meliputi perasaan orang-orang di sekitar ketika mereka minum, perasaan bersalah ketika minum dan apakah mereka mengonsumsi alkohol di pagi hari untuk menyegarkan diri.
BANDAR BOLA
Jika menjawab iya, maka partisipan dinilai kecanduan alkohol. Diketahui bahwa mereka yang memang kecanduan alkohol mengalami kesulitan untuk mengingat karena banyaknya bagian otak yang menyimpan ingatan rusak. Namun, hal itu tidak berlaku bagi mereka yang memang rutin minum alkohol tapi tidak kecanduan.Dr Doug Brown dari Alzheimer's Society Charity mengatakan bahwa jika seperti itu, tidak ada masalah dengan alkohol yang diminum. Hanya saja, ia menyarankan agar konsumsi alkohol sebaiknya terjadwal, sehingga tidak menyebabkan orang tersebut menjadi kecanduan.
"Penelitian ini tidak melarang seseorang untuk minum alkohol sama sekali. Memang pada mereka yang kecanduan, risiko mengalami kerusakan memori menjadi lebih besar. Untuk itu cara mengatasinya adalah jangan sampai kecanduan alkohol. Makan makanan sehat, tidak merokok dan meminum dua gelas wine setiap minggu menurutku akan cukup sehat," ujarnya lagi.
POSTED BY :
No comments:
Post a Comment